Jenesys the Series, "Prolog"

Hua, akhirnya sempet juga nulis lagi. Mumpung lagi liburan, aku bakal nulis pengalama kemarin waktu ikut pertukaran pelajar. Hue, kalo ga sekarang kapan lagi sempet nulis?
Oke, ini bagian prolognya. Dan sebagaimana Prolog yang baik, bagian ini bakal nyeritain kisah sebelum aku jadi pelajar tertukar di Syurga Vending Machine alias Jepang..

Perkenalan dulu, kali-kali aja belum kenal.
Aku Dito,
anak Jogja yang beruntung bisa ikut program "Jalan-jalan uEnak Nyaman hEboh Seru dan gratYS".
Demi kepraktisan, program ini selanjutnya kita sebut JENESYS aja..
Yep, setelah menunggu selama 1,5 tahun, melewati 2 Ramadhan dan 2 Lebaran, menerjang sekali piala Dunia, 3 kali terima rapot, dan kira-kira 20 event sekolah (Info ga penting sebenernya)
Akhirnya pada tanggal 29 November 2010, jam 10.00,
aku berangkat ke Jakarta buat orientasi, naik kereta :D


Oh iya, yang ikut program ini dari Jogja ga cuma aku lho.
Tepatnya ada lima manusia yang ikut,
mereka adalah Dewi,Puspa,Fadil,Alda dan tentu saja aku dong..
Kelima orang ini menamakan diri mereka "Geng Panti Asuhan Jenesys Ceria"
Kenapa Panti Asuhan?? Karena kita kompak,akrab,dan dekat selayaknya anak-anak Panti..

Anyway, kembali ke Cerita
Jadi kelima orang ini, ditambah ibunya Alda yang ikut nemenin, akhirnya menghabiskan 8 jam di kereta dengan berceloteh ria..
Pertamanya sih pada ngomongin penempatan di Jepang

"Ooh, udah pada dapet penempatan ya??", tanya ibunya Alda

"Udah dapet suratnya sih Tante", jawab Dewi
"Saya dapetnya di Osaka-Kita"

"Eh, terus hostmu gimana Dew??", kata Puspa

"Hostku hebooh ya..", jawab Dewi dengan nada mendadak heboh
"kemaren kan imel-imelan ama anaknya. Ternyata mereka gila shopping"

"Hoo, kok bisa??", komentar Alda

"Iya, aku diimel kan, katanya kalo udah nyampe bakal diajak belanja-belanja.."

"Who, jangan-jangan balik dari host kamu udah jadi fashionista gitu..", komentarku sambil nyengar-nyengir

"Hahah,iya ntar stylenya jadi Harajuku gitu", tambah Puspa

"Hahaha, bener tuh", kataku sambil mulai ngakak
"Pas kita ketemu di Tokyo nanti, si Dewi udah pake mini skirt, stiletto, sama handbag unyu-unyu"

"..terus rambutnya dicat..",kata Puspa sambil ngikik

"Eeeh, ga segitunya kali??", protes Dewi

Sementara itu, Ibunya Alda berusaha menarik kembali topik pembicaraan ke arah yang lebih terkontrol
"Kalo Fadil dapetnya dimana??",tanyanya

"emm, di Oita..", jawab Fadil

"Ooh, Oita itu di Utara??"

"enggak, Oita itu di Kyushu tante..."

"Btw, kamu udah ngontak hostmu Dhil??",tanya Alda

"Emm, udah tapi imelku ga dibales..",kata Fadil

"Well, paling ga kan kamu bisa ngontak Dhil..", komentarku sambil ngemil Pia..
"Masa tho, di placementku itu cuma ada nama bapak, alamat rumah karo alamat sekolah og piye??"

"Hah, kok bisa sih??", tanya Puspa

"Mbuh, makannya itu hostku misterius je.."
"Jangan-jangan single parent lagi.."jawabku

"Emang Dito dapet dimana??", tanya ibunya Alda

"Tochigi", jawabku sambil memperhatikan ekspresi kebingungan yang muncul berjamaah
Yah maklum sih, orang Indonesia mana coba yang tau Prefektur Tochigi??
At least, aku baru tau eksistensi sebuah prefektur bernama Tochigi  waktu dapet Placement Information

"Ehm, itu sekitar 100km di utara Tokyo..", tambahku untuk menjernihkan keadaan
Hoo, semua langsung keliatan paham begitu aku nyebut Tokyo

"Tempatnya kayak apa??", tanya Dewi

"Emm, kalo dari aku ngecek di Google Earth, daerahnya agak sepi gitu..", jawabku
"Banyak sawah sawahnya.."

"Ooh, ga di daerah kota dong??", kata Puspa

"Eeh iya, agak di pinggir kota besar..", kataku pelan
"Makannya aku was-was, jangan-jangan hostku itu jejaka tua yang jadi petani lobak atau semacamnya"

Langsung semua ketawa heboh,
ditengah tatapan penumpang lain yang kayaknya mendadak nyesel satu gerbong sama kita

Sampai di daerah Kebumen, mendadak bapak-bapak yang duduk di baris depanku berdiri dan keluar ke sambungan kereta.
Dan si bapak itu ternyata pakai jaket abu-abu berlogo Jenesys!!

"Eh,eh, coba lihat deh itu..", kata Puspa sambil bisik-bisik
"Bapak yang di depan itu pakai jaket Jenesys"

"Ooh, Jenesys guru kali..", kata Dewi
"Eeh, emang dari Jogja ada peserta yang guru juga ya??"

"Hah, kalo peserta terus kenapa bisa punya jaket Jenesys??", komentar Alda
"Itu pasti yang ikut program tahun lalu.."

"Hah, terus ngapain disini??", kata Puspa sambil masih bisik-bisik

"Itu paling.. yang besok ngisi sesi waktu orientasi", kata Fadil
Oooh, jawaban yang cukup masuk akal.
Tapi sayangnya, otakku yang over-imajinatif malah mulai menyusun jawaban-jawaban irrasional lain..

"Jangan-jangan...",sergahku dramatis
Kalo di sinetron-sinetron, bakal ada sound effect dramatis,
JENG-JENG!!

"Bapak itu... mata-mata dari kantor nasional!!"

"HAAAAAH??!!",
semua menampakkan ekspresi yang persis layaknya ekspresi ibu-ibu sinetron dapet kabar kalau anak gadisnya dibawa kabur Tukang sayur langganan

"Bisa aja kan, dia dikirim kantor nasional buat ngawasin kita..", lanjutku dengan nada bercanda
"Terus sekarang dia pergi ke sambungan kereta buat kirim laporan ke Jakarta.."

Tau ke arah mana bercandaanku, si Fadil ikutan nambahin
"Hahahaha, berarti dari tadi kita ribut terus bakal dilaporin ke nasional dong??"

"Iya, buat bahan orientasi kita besok itu paling..", timpalku ringan

Setelah itu, si bapak misterius ga muncul-muncul lagi.
Penjelasan yang rasional sih, dia udah turun di Stasiun Kebumen.
Walopun aku lebih suka bayangin penjelasan yang ga rasional..

Mungkin aja kan, si Bapak itu beneran mata-mata
terus dia ngontak kantor nasional secara diam-diam dari WC kereta
Dan mungkin dalam beberapa minggu, rekaman ini akan muncul di WikiLeaks
"Merpati satu kepada induk merpati "
"Masuk, induk merpati disini , bagaimana status saat ini??"
""Anak ayam sudah meninggalkan kandang, i repeat, Anak ayam sudah meninggalkan kandang "
"Confirmed , kapan estimasi waktu kedatangan??"
"Anak ayam tiba di sarang merpati pukul 19.00, i repeat, pukul 19.00 "
"Confirmed, sebutkan keadaan target saat ini "
"Anak ayam sangat butuh orientasi , terutama yang posisinya tepat dibelakang saya "
"Bagaimana ciri-cirinya "
"Keriting dan ketawanya tidak terkendali, i repeat, keriting dan ketawanya tidak terkendali "
"Confirmed , akan segera dicari datanya di database , mission over"
"Confirmed, mission over, segera kembali ke sarang merpati "
-End of transmission-

Habis itu si bapak mata-mata mendobrak jendela WC, manjat ke atap kereta, dan dijemput sama helikopter yang udah siap dengan tangga tali yang panjang..
Waktu udah nyampe atas helikopter, si bapak mata-mata disambut pelayan tua yang dengan sigap berkata
"Selamat datang agen merpati satu, sambil menikmati perjalanan pulang, anda ingin teh lemon atau teh susu?"
Dan helikopter itu terbang ke arah Jakarta, sementara itu entah darimana muncul soundtracknya James Bond..
Teret teret, teret teret, teret tereeeeeet, TEEET TEET!!!
-End of imajinasi gila-

Kembali ke cerita!
Sisa perjalanan pulang diwarnai macam-macam topik obrolan
mulai dari 1001 kisah hantu Sulawesi, sampai soal bahasa Perancis segala..
Di ujung gerbong, sepanjang perjalanan ada TV kereta yang menayangkan berbagai macam tayangan
Tayangan yang paling beres sih film "The Wedding Planner",
tayangan yang lain kebanyakan iklan absurd yang menawarkan berbagai barang bertema kereta api..
Yang jadi bintang iklannya itu kayaknya sih karyawan PT KAI sendiri (ups sebut merk)
Udah gitu suaranya di dubbing lagi, dan ceritanya juga ga nahan banget..

Cuplikan iklannya gini
Settingnya di dalem gerbong kereta, yang secara misterius kelihatan lebih nyaman dan luas dibanding aslinya
Ada ibu-ibu sama anaknya lagi duduk, terus petugas bawa troli dagangan datang mendekat
Si anak kecil lalu bicara dengan suara tante-tante (SERIUS!!)

"Mama, aku mau tasnya maa.."

Si ibu lalu bicara ke petugas tadi..

"Boleh saya lihat tasnya??"

"Silahkan", jawab petugas sambil menyerahkan tas berbentuk lokomotif
Dilanjutkan adegan mengagumi tas selama 3 detik, lalu tanpa pikir panjang si ibu bilang
"Bagus juga tasnya, kamu mau??"

"Mau ma..", jawab si anak masih dengan suara tante yang dikecil kecilin..
Ketahuan nih kekurangan dubber..

"Berapa ya harganya??", tanya si Ibu dengan polosnya

"150 ribu ibu...", jawab petugas dengan tak kalah polosnya

Tanpa tedeng aling-aling, ga pake nawar si ibu bilang
"Boleh deh, saya ambil tasnya.."

Dan iklan ditutup dengan adegan si anak memakai tas 150ribunya ke sekolah, dengan ekspresi bahagia karena berhasil morotin ibunya..
Sementara si ibu melambai lambai kepada anaknya dari ambang pintu,
dengan ekspresi seakan berharap tas 150ribu itu bisa meningkatkan nilai matematika anaknya, atau sejenisnya..
Yang ga habis pikir, kalo si ibu itu dengan gampang keluarin 150ribu, kenapa ga naik pesawat aja bu??

Setelah sepanjang perjalanan tersiksa sama iklan ibu-anak dubbingan yang ditayang ulang berkali-kali itu,
sekitar jam 19.00 keretanya sampai di Gambir..
Telat hampir 2 jam dari jadwal yang tertera di tiket sebenernya,
yeah, this is Indonesia baby..

Begitu nyampe, aku langsung dijemput Pakdheku..
sementara anak-anak panti lain ada yang ke rumah saudara, dan ada yang langsung ke tempat orientasi buat nginep semalem disana..
Yang jelas, kira-kira 12 jam lagi Orientasi keberangkatan bakal dimulai..

Dan akupun melamun sejenak sambil ngeliatin gedung-gedung Jakarta yang tinggi-tinggi dan berkelap-kelip..
"Hello Jakarta, besok aku orientasi nih.."




Akankah Panti Asuhan Jenesys ceria survive menghadapi orientasi yang melegenda itu?
Nantikanlah, Next!
"Chapter 1: Orientasi, Oh Orientasi.."

1 komentar:

yeifagin 4 Maret 2022 pukul 16.49  

Jackpot city hotel room with free WiFi - DRMCD
Jackpot city hotel room with 경상북도 출장안마 free 충청북도 출장샵 WiFi The Hotel at Caesars 김천 출장마사지 Palace offers the 광양 출장마사지 finest views of Las Vegas, an 부천 출장샵 oasis with its own sunlit pool and

Posting Komentar

About this blog

Mengenai Saya

Remaja biasa-biasa aja yang memandang dunia dalam perspektif hiperbolis

Pengikut

Yang Mampir-Mampir Kesini Ada...